Minggu, 30 September 2012


(ABUBU) PEMANDANGAN NUSA LAUT

pemandangan_pantai2
ini adalah pemandangan di nusa laut desa abubu di ambil dari depannya rumah pak Dominggus Apitulla dekat pantai siang hari
pemandangan_abubu21
ini diambil sama dengan tempat awal tapi ini waktunya pagi hari
pemandangan_abubu
gambar di ambil pada waktu menjelang matahari mulai terbit di desa abubu kecamatan nusa laut kabupaten maluku tengah

PANTAI PANTAI DI AMBON

pemandangan_pantai_nalahiya
pantai di desa Nalahia Nusa Laut
pemandangan_pantai_kulur
Pantai di Di Pulau saparua dekat desa Kulur maluku tengah tepatnya sebelum dermaga feri
pantai_kulur_saparua
Pantai dan Dermaga di Pulau Saparua
pemandangan_pantai_galala
Pemandangan di laut ambon tepatnya antara poka galala

PANTAI DI WETAR KAB MALUKU TENGGARA BARAT

pantai_masapun_wetar
Pantai di Desa Masapun
pantai_masapun_wetar2
Pantai Didesa Masapun Kec. Wetar Kab Maluku tenggara

Pemandangan Desa-Desa di Kec. Nusalaut Kab. Maluku Tengah

pantai_abubu3
Suasana Matahari Terbenam Di Desa Abubu Kec. Nusalaut Kab. Maluku Tengah
pantai_abubu2
Pantai Abubu Ketika Sore Hari
pantai_abubu
Suasana Pada Sore Hari di Desa Abubu

Kapal Penyeberangan Di Kab. Maluku Tengah

tulehu_kapal
salah satu kapal penyeberangan antar Pulau di maluku Tengah
tulehu_kapal1
Kapala Penyeberangan Ketika Meninggalkan Pelabuhan Tulehu Ke Kota Masohi
tulehu_kapal2
Kapal Penyeberangan Ketika Mau Memasuki Pelabuhan Telehu dari Kota Masohi

DOA YANG SELALU DIKABULKAN (Helvy Tiana Rosa)

Pagi itu, 3 Mei 1998, dari Jakarta, saya diundang mengisi seminar di IAIN
Sunan Gunung Djati, Bandung. Saya duduk di bangku kedua dari depan sambil
menunggu kedatangan pembicara lain, Mimin Aminah, yang belum saya kenal.
Jam sembilan tepat, panitia menghampiri saya dan memperkenalkan ia yang baru
saja tiba. Saya segera berdiri menyambut senyumnya yang lebih dulu merekah.
Ia seorang yang bertubuh besar, ramah, dalam balutan gamis biru dan jilbab
putih yang cukup panjang. Kami berjabat tangan erat, dan saat itu tegas
dalam pandangan saya dua kruk (tongkat penyangga yang dikenakan-nya) serta
sepasang kaki lemah dan kecil yang ditutupi kaos kaki putih. Sesaat batin saya
hening, lalu melafazkan kalimat takbir
dan tasbih.
Saat acara seminar dimulai, saya mendapat giliran pertama. Saya bahagia karena
para peserta tampak antusias. Begitu
juga ketika giliran Mimin tiba. Semua memperhatikan dengan seksama apa yang
disampaikannya.
Kata-kata yang dikemukakannya indah dengan retorika yang menarik. Wawasannya
luas,
pengamatannya akurat.
Saya tengah memandang wajah dengan pipi merah jambu itu saat Mimin
berkata dengan nada datar. “Saya diuji Allah dengan cacat kaki ini seumur
hidup saya.”
Ia tersenyum. “Saya lahir dalam keadaan seperti ini. Mungkin banyak
orang akan pesimis mengha dapi keadaan yang demikian, tetapi sejak kecil saya
telah memohon sesuatu pada Allah. Saya berdoa agar saat orang lain melihat
saya, tak ada yang diingat dan disebutnya kecuali Allah,” Ia terdiam
sesaat
dan kembali tersenyum. “Ya, agar mereka ingat Allah saat menatap saya. Itu
saja.”
Dulu tak ada orang yang menyangka bahwa ia akan bisa kuliah. “Saya
kuliah di Fakultas Psikologi,” katanya seraya menambahkan bahwa
teman-teman
pria dan wanita di Universitas Islam Bandung-tempat kuliahnya itu-senantiasa
bergantian membantunya menaiki tangga bila kuliah diadakan di lantai dua
atau tiga. Bahkan mereka hafal jam datang serta jam mata kuliah yang
diikutinya. “Di antara mereka ada yang membawakan sebelah tongkat saya,
ada
yang memapah, ada juga yang menunggu di atas,” kenangnya.
Dan civitas academica yang lain? Menurut Mimin ia sering mendengar orang
menyebut-nyebut nama Allah saat menatapnya. “Mereka berkata: Ya Allah,
bisa
juga ya dia kuliah,” senyumnya mengembang lagi. “Saya bahagia karena
mereka
menyebut nama Allah. Bahkan ketika saya berhasil menamatkan kuliah,
keluarga, kerabat atau teman kembali memuji Allah. Alhamdulillah, Allah
memang Maha Besar. Begitu kata mereka.”
Muslimah bersahaja kelahiran tahun 1966 ini juga berkata bahwa ia tak
pernah ber-mimpi akan ada lelaki yang mau mempersuntingnya. “Kita tahu,
terkadang orang normal pun susah mendapatkan jodoh, apalagi seorang yang
cacat seperti saya. Ya tawakal saja.”
Makanya semua geger, ketika tahun 1993 ada seorang lelaki yang saleh,
mapan dan normal melamarnya. “Dan lagi-lagi saat walimah, saya dengar
banyak
orang menyebut-nyebut nama Allah dengan takjub.
Allah itu maha kuasa, ya.
Maha adil! Masya Allah, Alhamdulillah, dan
sebagainya,” ujarnya penuh
syukur. Saya memandang Mimin dalam. Menyelami
batinny a dengan mata
mengembun.
“Lalu saat saya hamil, hampir semua yang bertemu saya, bahkan orang yang
tak
men-genal saya, menatap takjub seraya lagi-lagi mengagungkan asma Allah.
Ketika saya hamil besar, banyak orang menyarankan agar saya tidak ke bidan,
melainkan ke dokter untuk operasi. Bagaimana pun saat seorang ibu melahirkan
otot-otot panggul dan kaki sangat berperan. Namun saya pasrah. Saya merasa
tak ada masalah dan yakin bila Allah berkehendak semua akan menjadi mudah.
Dan Alhamdulillah, saya melahirkan lancar dibantu bidan,” pipi Mimin
memerah
kembali. “Semua orang melihat saya dan mereka mengingat Allah. Allahu
Akbar
,
Allah memang Maha Adil, kata mereka berulang-ulang. “
Hening. Ia terdiam agak lama.
Mata saya basah, menyelami batin Mimin. Tiba-tiba saya merasa syukur saya
teramat dangkal dibandingkan nikmatNya selama ini. Rasa malu menyergap
seluruh keberadaan saya. Saya belum apa-apa. Yang selama ini telah saya
lakukan bukanlah apa-apa.
Astaghfirullah. Tiba-tiba saya ingin segera turun dari tempat saya duduk
sebagai pembicara sekarang, dan pertamakalinya selama hidup saya, saya
menahan airmata di atas podium. Bisakah orang ingat pada Allah saat
memandang saya, seperti saat mereka memandang Mimin?
Saat seminar usai dan Mimin dibantu turun dari panggung, pandangan saya
masih kabur. Juga saat seorang (dari dua) anaknya menghambur ke pelukannya.
Wajah teduh Mimin tersenyum bahagia, sementara telapak tangan kanannya
berusaha membelai kepala si anak. Tiba-tiba saya eperti melihat anak saya,
yang selalu bisa saya gendong kapan saya suka. Ya, Allah betapa banyak
kenikmatan yang Kau berikan padaku.
Ketika Mimin pamit seraya merangkul saya dengan erat dan berkata betapa
dia men-cintai saya karena Allah, seperti ada suara menggema di seluruh
rongga jiwa saya. “Subhanallah, Maha besar Engkau ya Robbi, yang telah
memberi pelajaran pada saya dari pertemuan dengan hambaMu ini. Kekalkanlah
persaudaraan kami di Sabilillah. Selamanya. Amin.”
Mimin benar. Memandangnya, saya pun ingat padaNya. Dan cinta saya pada
Sang Pencipta, yang menjadikan saya sebagaimana adanya, semakin mengkristal.
(“Pelangi Nurani“: Penerbit Asy Syaamil, 2002)
Have a positive day!
Salam Inspirasi,
“You create your own reality”

BAHAYA OBAT NYAMUK


Buat pengetahuan seluruh keluarga nihh…. Dari si penulis
yang kerja di Baygon. Mudah2an artikel dibawah ini bisa
bermanfaat.. ……….
Agak ragu saya menulis artikel ini karena menyangkut
pekerjaan yang saya geluti. Tapi sebagai orang yang sedikit
banyak tahu saya merasa berdosa bila tidak menyampaikannya.
Silakan di forward bila perlu…
Seberapa sering anda memakai obat nyamuk? Apa mereknya? Apa
jenisnya? Ampuhkah? Berapa harganya?
Itulah pertanyaan yang sering mucul tentang obat nyamuk.
Tapi, berapa banyak yang bertanya: AMANKAH?
Saya harus bilang bahwa saat ini boleh dibilang tidak ada
satu pun obat nyamuk di Indonesia yang benar2 ampuh dan
AMAN.
Prinsip dasar yang harus dipahami semua orang ketika
menggunakan obat nyamuk adalah bahwa zat yang dipakai itu
RACUN, dan tidak ada racun yang benar2 aman.
Saya sedih melihat iklan2 di TV dan media lain yang
menyesatkan. Tahu iklan Baygon terbaru tentang Baygon biru
yang tidak bikin batuk or wanginya segar? Itu iklan yang
keterlaluan dan sangat menyesatkan, karena seolah2 dengan
menggunakan Baygon biru kita boleh tetap berada di ruangan
saat penyemprotan terjadi. Saya sudah protes Intern tapi
tidak serius ditanggapi.
Baygon mengandung 2 racun utama, yaitu Propoxur dan
transfluthrin. Propoxur adalah senyawa karbamat (senyawa
antaranya, MIC, pernah menewaskan ribuan orang dan
menyebabkan kerusakan syaraf ratusan ribu orang lainnya
dalam kasus Bhopal di India) yang telah dilarang
penggunaannya di luar negri karena diduga kuat sebagai zat
karsinogenik. Sedangkan transfluthrin relatif aman hingga
saat ini.
Saya pernah kerja di pabrik propoxur for more than 1.5
years so I know much about this. Saya juga pernah
“mabuk” propoxur karena menyentuhnya dengan
tangan yang sudah menggunakan sarung tangan… 7 hari panas
dingin gak keruan.
Kalau yang lain bagaimana? HIT yang promosinya sebagai obat
nyamuk ampuh dan murah memang benar, bahkan sedikit lebih
ampuh dari Baygon, tapi sangat berbahaya karena bukan hanya
menggunakan Propoxur, tapi juga DDVP atau dichlorvos—zat
turunan chlorine yang sejak puluhan tahun dilarang
penggunaannya di dunia. Murah tapi berbahaya. Pilih mana?
Sedangkan obat nyamuk lain seperti Baygon tutup hijau,
Vape, Raid dan Mortein memang non-propoxur dan non-DDVP,
tapi keampuhannya sangat diragukan. Mereka hanya efektif
melawan nyamuk Aedes, tapi berantakan saat melawan nyamuk
Culex sp (ini nyamuk malam yang sering gangguin kita).
Wangi pada obat nyamuk aerosol maupun semprot semestinya
justru menjadi indikasi bahwa kita tidak boleh berada di
ruangan tsb selama bau masih tercium, kurang lebih selama 1
jam…
Obat nyamuk tipe lain bagaimana? Sama saja.
Obat nyamuk bakar jelas menghasilkan asap dan racun, jenis
electrik pun tetap menghasilkan racun (HIT bahkan
menggunakan propoxur untuk obat nyamuk elektriknya) .
Penggunanaan obat nyamuk dengan cara dibakar atau dengan
listrik harus dalam ruangan dengan sirkulasi udara yang
baik, tidak boleh dalam ruangan tertutup karena racun dan
asap yang dihasilkan akan mengurangi proporsi kandungan
oksigen dalam ruangan.
Kalau reppelent atau penolak nyamuk seperti Autan, Sari
Puspa/Soffell, atau Lavender gimana? For your info:
Ketiganya mengandung racun bernama Diethyltoluamide atau
DEET. DEET ini sangat korosif, Autan tidak dapat disimpan
dalam wadah plastik PVC atau besi karena dalam hitungan
minggu akan mengikis lapisannya. Bayangkan bila itu kena
kulit kita?
Jadi, sekali lagi telah terjadi pembohongan publik lewat
iklan anti nyamuk yang lembut bagi kulit. Mana mungkin zat
yang jelas2 merusak kulit dapat merawat kulit. Bahkan
setelah ditambahi embel2 menggunakan Aloe Vera atau zat
pelembab lain, tetap saja berbahaya. Jangan gunakan pada
kulit yang sensitif atau anak di bawah usia 2 tahun.
Jadi, gimana? Back to nature, kalau malam pakai kelambu.
Kalau siang pakai tangan or raket listrik. Obat nyamuk
hanya digunakan bila gangguan memang sudah tak terkendali
atau melebihi batas toleransi dan GUNAKAN DENGAN CARA YANG
AMAN…
Jangan pernah berfikir racun itu aman… Beberapa memang
ampuh. Tapi tak ada yang benar2 aman… Pilihlah yang efek
racunnya paling kecil. Jika sekadar untuk mengendalikan
(bukan membasmi, sebab kalau nyamuk habis, maka selesai
pulalah pekerjaan orang2 seperti saya) nyamuk, maka pilihan
terbaik adalah Baygon Tutup hijau (racunnya transfluthrin
dan Cyfluthrin) Vape or Mortein.
Kalau perlu mengendalikan kecoa, maka Baygon selain tutup
hijau dan Mortein adalah pilihan terbaik.
Kalau obat nyamuk bakar sih hampir sama semua…
Obat nyamuk elektrik pilihannya ada pada Baygon or Vape.
Sedangkan lotion penolak nyamuk antara Sari Puspa or  Autan
(kandungan DEET 13 dan 12.5, sedangkan Lavender hingga 15).
Semuanya terserah anda ………..